Apakah kau bersedia ketika aku benar-benar jatuh cinta?
Mungkinkah kita akan terus merintih perih dari hari ke hari?
Haruskah kebohongan akan menjadi pembenaran dikala kau sesekali pergi, dikala aku menangis sendiri?
Ada satu hari kau kecup keningku menyapa mesra aku manja.
Ada satu hari kau mengucap kata cinta, berciuman kita tanpa lebih mengucap banyak kata.
Dan ada satu hari kita berpesta, yang pada akhirnya aku menyerahkanmu kepada keadaan, keadaan yang sebenarnya, kepada cinta yang selayaknya, untukku, kepasrahanmu, bukti cintamu kepadaku.
Tiga hari untuk selamanya, tiga hari terindah kita bersama, pergilah kau wanita yang ku cinta, biarkan aku di sini memejam perih, merajut segala semua yang hanya kurasakan saja.