Dua Puluh Enam, di bulan April. Segerombolan pasukan aku lumpuhkan, beragam bentuk juga fungsi, tawa, cerita, menjadi bahagia yang merajalela. Malam menyetubuhi kami, dengan pesan-pesan rahasia. Lalu tertidur demi kata yang bernama: Lupa!
Dua Puluh Tujuh, di bulan April. Salah satu pasukanku menyelinap ke arah depan, perlahan, tak ada yang bisa aku katakan dengan cepat. Pelan, pelan, pelan, kau pun perlahan masuk ke dalam ingatan.
Dua Puluh Delapan, di bulan April. Dua hari belum cukup untuk melunasi rasa penasaran. Petasan, bom waktu, bahkan ledakan nuklir sudah siap saji jika memang aku membutuhkan, untuk semua peperangan baru ini.