Aku melawan waktu, aku membunuh kamu.
Berperang dengan kenangan, dengan pedang setajam rindu.
Aku pernah melepaskanmu, dan aku berpura senang.
Aku lelah tak mendengar jeritan diammu.
Kau berteriak di telingaku setiap malam.
Kau lagi-lagi menang, aku pasrah, kau pun datang.
Semakin membesar pinggangmu…
Semakin menurun kulitmu…
Semakin memutih rambutmu…
Semakin liar kau menindihku.