Pada akhirnya kita bisa memberhentikan Bumi, dan bercinta menikmati hari-hari yang tak pernah berganti musim.
Salju turun secara tiba-tiba tanpa permisi juga menyapa, hingga dinginnya mencekik tulang-tulang tubuh kita yang telanjang.
Saling curiga, saling berteriak, saling meladeni hantu-hantu di kepala.
“Siapakah yang mengundang musim salju datang? Bukankah Bumi sudah kita hentikan?” tanyamu kencang.
“Aku” jawabku. Matamu telah kubutakan, indra perasamu telah kuhancurkan, telah pula kutusuk jantungmu barusan.