Ada kala-nya saya tak berdiam diri melihat rengekan bayi.
Ada kala-nya saya memasak makanan enak.
Ada kala-nya saya mencuci baju, menyetrika pakaian, menyiapkan seragam kerja.
Ada kala-nya saya begitu cerewet agar peralatan di kamar tetap rapi.
Ada kala-nya saya melakukan adegan ranjang dengan rasa siap berperang.
Ada kala-nya hanya susu penguat tulang adalah minuman di pagi dan malam hari.
Ada kala-nya kumenunggu dan menunggu kedatangan sang pelabuhan hati.
Ada kala-nya kelak aku rindu dengan masa-masa sekarang, disaat duduk bersandar di kursi goyang, di pelataran rumah dengan rambut yang memutih dan semakin menipis.
Ada kala-nya tulisan ini akan terbaca oleh peri-peri pemberontak seperti saya di kemudian hari.
Ada kala-nya…