Beranda » Arsip untuk RONRON » Halaman 2

RONRON

Di Ambang Tahun Baru

Tahun berganti, harapan menguar. Namun bayang kelam menghantui kalbu. Pajak merangkak, beban semakin berat. Korupsi merajalela, hati pilu. Negeri ini, tanah airku. Kini diliputi kegelisahan yang mendu. Mimpi indah sirna, digantikan duka. Masa depan suram, langkah terasa hampa. Di tengah pesta kembang api meriah. Aku termenung, bertanya pada diri. Apakah negeri ini akan terus terpuruk?…

Read More

Laut Dalam Diri

Gelap gulita, kedalaman tanpa batas. Aku tenggelam dalam labirin pikiran, terombang-ambing oleh gelombang keraguan. Dinding kamar seakan menjauh, menjadi tebing curam yang tak tergapai. Dulu, aku mengira diriku tahu siapa aku. Tapi kini, aku hanyalah bayangan samar dalam cermin retak. Ingatan masa kecil berkelebat, seperti kilatan cahaya di tengah kegelapan. Aku melihat diriku kecil, penuh…

Read More

Untuk Mencintai

Untuk mencintai seseorang, tidak ada kebutuhan untuk mengubah diri sendiri. Untuk mencintai seseorang, tidak perlu untuk membuat hal-hal sulit bagi diri sendiri. Untuk mencintai seseorang, bahkan lebih, seseorang tidak boleh dirugikan. Karena, cinta sejati, harus ada lebih manis dari kesedihan, kebahagiaan lebih besar dari rasa sakit. Jadi… Untuk mencintai seseorang, kita harus mengabaikan keselamatan kita…

Read More

Hantu-Hantu Di Kepala

Pada akhirnya kita bisa memberhentikan Bumi, dan bercinta menikmati hari-hari yang tak pernah berganti musim. Salju turun secara tiba-tiba tanpa permisi juga menyapa, hingga dinginnya mencekik tulang-tulang tubuh kita yang telanjang. Saling curiga, saling berteriak, saling meladeni hantu-hantu di kepala. “Siapakah yang mengundang musim salju datang? Bukankah Bumi sudah kita hentikan?” tanyamu kencang. “Aku” jawabku….

Read More

Tubuh Yang Bukan Aku

Aku merasakan petir menyambar jantungku. Mendung yang sendu, aku melihat keliaranmu mengayun tubuh yang bukan aku. Perih air mata ini mengalir deras di pipi. Bayangkanlah! Aku kini sedang berdansa di bawah langit berwarna merah. Terbang kearah entah kemana, awan menertawakanku, diguyur hujan deras. Bernama: Amarah.

Read More