Beranda » Arsip untuk RONRON » Halaman 4

RONRON

Ada Kala-nya

Ada kala-nya saya tak berdiam diri melihat rengekan bayi. Ada kala-nya saya memasak makanan enak. Ada kala-nya saya mencuci baju, menyetrika pakaian, menyiapkan seragam kerja. Ada kala-nya saya begitu cerewet agar peralatan di kamar tetap rapi. Ada kala-nya saya melakukan adegan ranjang dengan rasa siap berperang. Ada kala-nya hanya susu penguat tulang adalah minuman di…

Read More

Di Bawah Tubuhku

Namaku: Kebebasan. Tak kudengar segala suara berkumandang di telinga. Aku… aku tak berupa sayap. Hanya khayal yang ingin bepergian ke segala tempat. Dekap, tangkap, jika kau bisa. Pasrah, bukan lagi sifatku. Sikap? Sikap ialah hal “terkadang” yang kuperbuat, lalu aku tersesat. Tersesat dalam bayang rindu akan suaramu, senandungmu, desahmu, kisahmu, bentuk segala rupamu. Aku merindukanmu….

Read More

Liar Liar Liar Aku Liar

Tampari aku dengan kemunafikan. Tunggangi aku penuh dengan kekuatan. Liar Liar Liar. Cambukmu membuatku semakin tak kuasa berkelana. Teriak Oh! Aku berteriak. Terkunci dalam paham yang tak pernah pasti. Aku di sini dalam peluh penuh distorsi. Dalam bunyian penuh imajinasi. Beri aku ruang berikan aku ingatan. Bukan masa lalu yang harus kulupakan.

Read More

Dua Puluh Delapan

Dua Puluh Enam, di bulan April. Segerombolan pasukan aku lumpuhkan, beragam bentuk juga fungsi, tawa, cerita, menjadi bahagia yang merajalela. Malam menyetubuhi kami, dengan pesan-pesan rahasia. Lalu tertidur demi kata yang bernama: Lupa! Dua Puluh Tujuh, di bulan April. Salah satu pasukanku menyelinap ke arah depan, perlahan, tak ada yang bisa aku katakan dengan cepat….

Read More

Malam

Malam, Malam, oh! Malam… Hari dan hari tak bisa kubedakan lagi. Ku ubah semua yang ada ditubuhku hingga aku sedikit rapuh. Sama, serupa, berganti bergilir secara seksama. Rutinitas bukan lagi sebuah kapasitas. Aku mampu mengubah apa yang aku mau. Apapun, siapapun, semua tertunduk secara temurun. Bergantilah sesuai apa yang kuperintahkan. Tidurlah seperti apa yang aku…

Read More

Jingga

Menangislah! Jika memang kau harus menangis. Berteriaklah! Sekencang ledakan bom waktu, jika itu yang membuatmu lemas juga klimaks. Manusia ialah kamu! Dimana kesabaran pasti berdurasi. Dibalik segala duka, kau tetap Jingga si Manusia. Jika kau ialah Dewa atau mungkin Berhala, samarmu pastilah akan dipuja-puja. Tapi untuk apa? Jingga! Air matamu tertahan, dan kau pun selalu…

Read More

Wanita Dulu, Wanita Masa Lalu

Malam sudah pergi, mentari yang enggan kusapa telah menyapa. Aku hanya diam menggenggam menahan ketukan, mencari namamu dalam ketikan jemariku. Aku merindukanmu, merindukan waktu yang telah kucoba kubunuh berkali-kali. Segumpal tanya dalam birahi dikala pagi, mengapa aku tak memanggilmu datang kemari? Entahlah sampai kapan aku menopang beban kenangan tentang dirimu. Aku menatapmu dalam angan, kau…

Read More

Gadis Di Bulan Februari

Aku hanya ingin berteriak, berteriak memanggil namamu kencang-kencang. Aku hanya tak ingin diam, diam saja di bangku yang menyembunyikan aku dari pandangan. Aku hanya ingin minum bergelas-gelas penjelasan, penjelasan mengenai kisah yang dibisik oleh Tuhan. Aku hanya ingin bersama, berdansa dalam irama tanya. Mengapa kau hadir di bulan yang merdu? Mengapa kau merajut cinta dikala…

Read More

Kamu Saja

Aku mencintaimu tanpa banyak sebab. Aku mendambakanmu tanpa setitik kemunafikan. Aku mengagumimu tanpa jarum-jarum arah yang pasti. Aku menunggumu tanpa rasa kenyang dengan segala keraguan. Aku saja! Kau kata. Kamu saja! Aku kata. Ya! Sudah kuletakkan cinta ini pada tempat yang tepat. Ya! Birahiku ditindih malam setiap saat. Ya! Kuganggu kau dari sini, hati-hati aku…

Read More