Bersenandung pelan dalam diam. Sendiri aku merajut tanya, mengapa kali ini tak ada air mata?
Bersenandung aku mulai kencang, air mata hadir menyapaku pelan-pelan, pipiku basah dibasuh olehnya, mengapa aku menjadi gelisah?
Bersenandung dalam diam, ada sebuah pesan dari telapak tangan yang kugenggam;
“Bersenandunglah dalam diam, akan kusampaikan nada-nada rindumu kepadanya, kepada dia yang selalu kau tunggu diam-diam.”