Beranda » Meniduri Bidadari

Meniduri Bidadari

Kita hanyalah calon-calon boneka neraka yang akan membuat ceria suasana para penghuninya.

Kita tak perlu takut, jika kalian yang mengaku ber-Tuhan, maka buatlah pilihan!

Bagiku, surga adalah khayal, bagiku neraka ialah kepastian.

Di otakku, bumi adalah tempat orang bebas bercerita, bercinta, kepada siapa saja, kepada apa saja yang kita pilih, dan bagaimana cara untuk melampiaskan semua rasa segala tentang kebahagiaan ataupun kesakitan.

Eyangku pernah berkata: “Nak! Tahan nafsumu, sebab kelak di surga nanti kau akan bisa meniduri ribuan bidadari.”

Aku menjawab: “Benarkah? Lalu apa bedanya surga dengan tempat prostitusi biasa? Jika Tuhan menyediakan ribuan pelacur untuk kita di surga, apa itu berarti Dia sendiri merupakan mucikari surga?”

Lantas aku ditamparnya, dalam hening dan kebisuan sang guru tua yang biadab.

Aku menikmati dunia, neraka atau surga itu memang hal yang pasti ada, namun dongeng-dongeng yang kudengar ini adalah tetap saja sebuah cerita belaka.

Aku muaaaaakkkkkkkk…!!!

Aku ditamparnya.

Aku menjerit seperti orang gila.

Aku muaaaaakkkkkkkk…!!!

Aku ditamparnya lagi.

Eyangku gilaaaaaaaa…!!!

Sekarang aku bermandi api di neraka.

Aku tertawa. Ha ha ha ha ha ha…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *