Oh-Ya!

Oh-ya, kau ada tak juga hilang dari kepala. Oh-ya, aku sendiri pun kau tetap selalu ada. Oh-ya, aku mencipta kau walau itu semua tiada. Oh-ya, air mata menetes aku berlagak tertawa saja. Oh-ya, kukira aku jatuh cinta. Oh-ya, kusangka kau sama rasa. Oh-ya, sulit kuterima ternyata ini sebuah dusta. Oh-ya, aku lupa, bahwa aku hanyalah…

Read More

La…La…La…La…La

Lalalalala… Suara dari arah sana. Lalalalala… Irama datang membawa tanya. Lalalalala… Bunyi apa di kepala? Lalalalala… Satu per satu orang-orang berlalu-lalang. Lalalalala… Mereka tak hanya berjumlah satu. Lalalalala… Satu per satu mereka mendatangiku. Lalalalala… Tersenyum aku berpura bahagia. Lalalalala… Air mata tak menetes di wajah. Lalalalala… Basah basuh hatiku ditahan amarah. Lalalalala… Apakah mereka tahu,…

Read More

Mengutuk-mu

Aku mengutukmu dari tempat dimana aku menatapmu. Aku mengutukmu dari bunyi-bunyi yang kau mainkan diatas panggung kecil penuh pria hidung belang yang bernafsu denganmu. Aku mengutukmu selesai sudah irama malam dihabisi tarian para pendosa. Aku mengutukmu berjam-jam kutunggu sapamu, menyeringai aku, kau menenteng boneka entah itu siapa. Aku mengutukmu, aku diam tak ingin menyentuh segala…

Read More

Bersenandung Dalam Diam

Bersenandung pelan dalam diam. Sendiri aku merajut tanya, mengapa kali ini tak ada air mata? Bersenandung aku mulai kencang, air mata hadir menyapaku pelan-pelan, pipiku basah dibasuh olehnya, mengapa aku menjadi gelisah? Bersenandung dalam diam, ada sebuah pesan dari telapak tangan yang kugenggam; “Bersenandunglah dalam diam, akan kusampaikan nada-nada rindumu kepadanya, kepada dia yang selalu…

Read More

Antara Jiwa Atau Raga, Yang Bergeliat Mencengkeram Hasrat

Jingga: “Aku ingin mensudahi semuanya, entah dengan cara apa.” Lara: “Aku pun lelah tak berdaya setiap kali aku terjaga, mengingatmu lebih perih daripada mencari keberadaan Tuhan.” Jingga: “Pernah aku meremehkan keadaan, kini aku merindumu tanpa bisa lupa.” Lara: “Jika manusia sepertiku haruslah terus menerus seperti ini, aku ingin mencaci maki kekosongan, dengan embel-embel yang mereka…

Read More

Laut Dalam Diri

Gelap gulita, kedalaman tanpa batas. Aku tenggelam dalam labirin pikiran, terombang-ambing oleh gelombang keraguan. Dinding kamar seakan menjauh, menjadi tebing curam yang tak tergapai. Dulu, aku mengira diriku tahu siapa aku. Tapi kini, aku hanyalah bayangan samar dalam cermin retak. Ingatan masa kecil berkelebat, seperti kilatan cahaya di tengah kegelapan. Aku melihat diriku kecil, penuh…

Read More

Jingga

Menangislah! Jika memang kau harus menangis. Berteriaklah! Sekencang ledakan bom waktu, jika itu yang membuatmu lemas juga klimaks. Manusia ialah kamu! Dimana kesabaran pasti berdurasi. Dibalik segala duka, kau tetap Jingga si Manusia. Jika kau ialah Dewa atau mungkin Berhala, samarmu pastilah akan dipuja-puja. Tapi untuk apa? Jingga! Air matamu tertahan, dan kau pun selalu…

Read More

Beku

Sedikit saja berilah aku kepuasan. Agar saja aku tak bersenggama dengan lampiasan. Agar aku tak tertumpuk nafsu berdua. Aku tak merasakan apa setelah lama. Sendiri aku jengah, tak ada yang kusapa. Ditelan waktu kita berjumpa, dengan nama yang dibuat secara asal. Kau… Aku… Satu dalam balutan hubungan beku. Lusa, kita lihat dimensi apakah yang kelak…

Read More

Penguasa Angka

Dari angka Nol aku tercipta, dari angka Nol aku merangkak, dari angka Nol aku belajar berjalan, dari angka Nol aku tertatih-tatih menyaksikan misteri alam semesta, yang memberikan ilmu hangatnya matahari, sejuknya malam dikulum air liur hujan, ketika kemarahan angin yang berdansa bergairah menyapu cerita rasa asin air laut, kasarnya pasir pantai disaat telapak kaki berpijak…

Read More

Ratapan Sunyi di Negeri Seribu Pesta

Tidurlah, Nak, dalam dekapan malam yang semakin pekat. Jangan lagi kau hiraukan gemerlap pesta pora yang membakar langit di atas kepala kita. Mereka merayakan kemerdekaan, sebuah kata yang terasa asing dan hampa di gubuk kita yang pengap. Kemerdekaan, Nak, bagi kita hanyalah jeda sejenak dari lapar sebelum esok kembali berjuang untuk sesuap nasi. Pejamkan matamu…

Read More