Surat Berhala Kepada Udara
Hujan terlalu berisik, malam semakin terusik, bintang seperti dipingit, hati menjerit otak mengungkit, dua ribu lima ratus, sesak semakin membungkit, beku aku tenggelam didalamnya. Pucat aku berkarat, sedih karena tak bergeliat, sampai dimana kau udara? Langit pasti gelap, malam pun serasa berarak panjang. Nikotin kafein mengapa menjadi memualkan? Dua ribu tujuh ratus lima puluh. Pena…