Tiga Kata Tanya
Aku mencintaimu, seperti aku mencintai kedua sayapku. Sesederhana itu kukira, serumit ini ternyata. Memejamkan mata ialah khayalku setiap hari. Mengistirahatkan jiwa resah yang berperang dengan tubuh yang gelisah. Mataku terus saja terbuka, jantungku berdebar terbakar api segunung prasangka. Hebat! Kau acak-acak kewarasanku hingga aku lupa namaku: Si Mati Rasa. Aku luka, aku gila, aku kenapa?…