Antara Jiwa Atau Raga, Yang Bergeliat Mencengkeram Hasrat

Jingga: “Aku ingin mensudahi semuanya, entah dengan cara apa.” Lara: “Aku pun lelah tak berdaya setiap kali aku terjaga, mengingatmu lebih perih daripada mencari keberadaan Tuhan.” Jingga: “Pernah aku meremehkan keadaan, kini aku merindumu tanpa bisa lupa.” Lara: “Jika manusia sepertiku haruslah terus menerus seperti ini, aku ingin mencaci maki kekosongan, dengan embel-embel yang mereka…

Read More

Frekuensi

Bunyi-bunyi memekakkan telingaku. Bunyi-bunyi hadir menggerayangi isi kepalaku. Bunyi-bunyi menikam diamku. Bunyi-bunyi yang tertawa dalam nadiku. Darahku mendidih perih. Kebekuan heningku tak menjadi sebuah cerita. Gejolak yang tak bernama ini sangat tak kusangka akan ada. Frekuensi dalam diam. Frekuensi ditelan malam. Frekuensi bising yang biadab. Frekuensi gelap. Frekuensi yang membuatku ingin kau lenyap.

Read More

Malam

Malam, Malam, oh! Malam… Hari dan hari tak bisa kubedakan lagi. Ku ubah semua yang ada ditubuhku hingga aku sedikit rapuh. Sama, serupa, berganti bergilir secara seksama. Rutinitas bukan lagi sebuah kapasitas. Aku mampu mengubah apa yang aku mau. Apapun, siapapun, semua tertunduk secara temurun. Bergantilah sesuai apa yang kuperintahkan. Tidurlah seperti apa yang aku…

Read More

Untuk Mencintai

Untuk mencintai seseorang, tidak ada kebutuhan untuk mengubah diri sendiri. Untuk mencintai seseorang, tidak perlu untuk membuat hal-hal sulit bagi diri sendiri. Untuk mencintai seseorang, bahkan lebih, seseorang tidak boleh dirugikan. Karena, cinta sejati, harus ada lebih manis dari kesedihan, kebahagiaan lebih besar dari rasa sakit. Jadi… Untuk mencintai seseorang, kita harus mengabaikan keselamatan kita…

Read More

Penguasa Angka

Dari angka Nol aku tercipta, dari angka Nol aku merangkak, dari angka Nol aku belajar berjalan, dari angka Nol aku tertatih-tatih menyaksikan misteri alam semesta, yang memberikan ilmu hangatnya matahari, sejuknya malam dikulum air liur hujan, ketika kemarahan angin yang berdansa bergairah menyapu cerita rasa asin air laut, kasarnya pasir pantai disaat telapak kaki berpijak…

Read More

Dua Puluh Delapan

Dua Puluh Enam, di bulan April. Segerombolan pasukan aku lumpuhkan, beragam bentuk juga fungsi, tawa, cerita, menjadi bahagia yang merajalela. Malam menyetubuhi kami, dengan pesan-pesan rahasia. Lalu tertidur demi kata yang bernama: Lupa! Dua Puluh Tujuh, di bulan April. Salah satu pasukanku menyelinap ke arah depan, perlahan, tak ada yang bisa aku katakan dengan cepat….

Read More

Ada Kala-nya

Ada kala-nya saya tak berdiam diri melihat rengekan bayi. Ada kala-nya saya memasak makanan enak. Ada kala-nya saya mencuci baju, menyetrika pakaian, menyiapkan seragam kerja. Ada kala-nya saya begitu cerewet agar peralatan di kamar tetap rapi. Ada kala-nya saya melakukan adegan ranjang dengan rasa siap berperang. Ada kala-nya hanya susu penguat tulang adalah minuman di…

Read More

Surat Berhala Kepada Udara

Hujan terlalu berisik, malam semakin terusik, bintang seperti dipingit, hati menjerit otak mengungkit, dua ribu lima ratus, sesak semakin membungkit, beku aku tenggelam didalamnya. Pucat aku berkarat, sedih karena tak bergeliat, sampai dimana kau udara? Langit pasti gelap, malam pun serasa berarak panjang. Nikotin kafein mengapa menjadi memualkan? Dua ribu tujuh ratus lima puluh. Pena…

Read More

Beku

Sedikit saja berilah aku kepuasan. Agar saja aku tak bersenggama dengan lampiasan. Agar aku tak tertumpuk nafsu berdua. Aku tak merasakan apa setelah lama. Sendiri aku jengah, tak ada yang kusapa. Ditelan waktu kita berjumpa, dengan nama yang dibuat secara asal. Kau… Aku… Satu dalam balutan hubungan beku. Lusa, kita lihat dimensi apakah yang kelak…

Read More