Dua Puluh Delapan

Dua Puluh Enam, di bulan April. Segerombolan pasukan aku lumpuhkan, beragam bentuk juga fungsi, tawa, cerita, menjadi bahagia yang merajalela. Malam menyetubuhi kami, dengan pesan-pesan rahasia. Lalu tertidur demi kata yang bernama: Lupa! Dua Puluh Tujuh, di bulan April. Salah satu pasukanku menyelinap ke arah depan, perlahan, tak ada yang bisa aku katakan dengan cepat….

Read More

Surat Berhala Kepada Udara

Hujan terlalu berisik, malam semakin terusik, bintang seperti dipingit, hati menjerit otak mengungkit, dua ribu lima ratus, sesak semakin membungkit, beku aku tenggelam didalamnya. Pucat aku berkarat, sedih karena tak bergeliat, sampai dimana kau udara? Langit pasti gelap, malam pun serasa berarak panjang. Nikotin kafein mengapa menjadi memualkan? Dua ribu tujuh ratus lima puluh. Pena…

Read More

Tubuh Yang Bukan Aku

Aku merasakan petir menyambar jantungku. Mendung yang sendu, aku melihat keliaranmu mengayun tubuh yang bukan aku. Perih air mata ini mengalir deras di pipi. Bayangkanlah! Aku kini sedang berdansa di bawah langit berwarna merah. Terbang kearah entah kemana, awan menertawakanku, diguyur hujan deras. Bernama: Amarah.

Read More

Wanita Dulu, Wanita Masa Lalu

Malam sudah pergi, mentari yang enggan kusapa telah menyapa. Aku hanya diam menggenggam menahan ketukan, mencari namamu dalam ketikan jemariku. Aku merindukanmu, merindukan waktu yang telah kucoba kubunuh berkali-kali. Segumpal tanya dalam birahi dikala pagi, mengapa aku tak memanggilmu datang kemari? Entahlah sampai kapan aku menopang beban kenangan tentang dirimu. Aku menatapmu dalam angan, kau…

Read More

Jika, Kita, Selesai Sudah

Jika, ialah satu kata perumpamaan. Jika, ialah embel-embel keberanian. Jika, ialah kita, yang tak pantas diguyur cinta. Kita harus membayar ini, ikatan yang sangat mengikat ketidakpastian ini. Kita harus menuntaskan ini, sebab kita yakin kita ialah hanya sepasang makhluk aneh yang pengecut dengan segunung ego. Selesai sudah, kita terpaksa menghilangkan segala rasa yang ada. Selesai…

Read More

Laut Dalam Diri

Gelap gulita, kedalaman tanpa batas. Aku tenggelam dalam labirin pikiran, terombang-ambing oleh gelombang keraguan. Dinding kamar seakan menjauh, menjadi tebing curam yang tak tergapai. Dulu, aku mengira diriku tahu siapa aku. Tapi kini, aku hanyalah bayangan samar dalam cermin retak. Ingatan masa kecil berkelebat, seperti kilatan cahaya di tengah kegelapan. Aku melihat diriku kecil, penuh…

Read More

Ratapan Sunyi di Negeri Seribu Pesta

Tidurlah, Nak, dalam dekapan malam yang semakin pekat. Jangan lagi kau hiraukan gemerlap pesta pora yang membakar langit di atas kepala kita. Mereka merayakan kemerdekaan, sebuah kata yang terasa asing dan hampa di gubuk kita yang pengap. Kemerdekaan, Nak, bagi kita hanyalah jeda sejenak dari lapar sebelum esok kembali berjuang untuk sesuap nasi. Pejamkan matamu…

Read More

Sejenak

Izinkan aku untuk diam sejenak. Izinkan aku menjauhimu sejenak. Izinkan aku berlari sejenak. Izinkan aku menghela nafas sejenak. Sejenak aku butuh berteriak. Sejenak jiwaku berkelana menghampirimu. Sejenak perlahan ragaku mulai ragu. Sejenak dadaku tak pernah muak, meski kau sering kali melempar rindu. Oh! Aku sesak!

Read More