Gadis Di Bulan Februari

Aku hanya ingin berteriak, berteriak memanggil namamu kencang-kencang. Aku hanya tak ingin diam, diam saja di bangku yang menyembunyikan aku dari pandangan. Aku hanya ingin minum bergelas-gelas penjelasan, penjelasan mengenai kisah yang dibisik oleh Tuhan. Aku hanya ingin bersama, berdansa dalam irama tanya. Mengapa kau hadir di bulan yang merdu? Mengapa kau merajut cinta dikala…

Read More

La…La…La…La…La

Lalalalala… Suara dari arah sana. Lalalalala… Irama datang membawa tanya. Lalalalala… Bunyi apa di kepala? Lalalalala… Satu per satu orang-orang berlalu-lalang. Lalalalala… Mereka tak hanya berjumlah satu. Lalalalala… Satu per satu mereka mendatangiku. Lalalalala… Tersenyum aku berpura bahagia. Lalalalala… Air mata tak menetes di wajah. Lalalalala… Basah basuh hatiku ditahan amarah. Lalalalala… Apakah mereka tahu,…

Read More

Di Ambang Tahun Baru

Tahun berganti, harapan menguar. Namun bayang kelam menghantui kalbu. Pajak merangkak, beban semakin berat. Korupsi merajalela, hati pilu. Negeri ini, tanah airku. Kini diliputi kegelisahan yang mendu. Mimpi indah sirna, digantikan duka. Masa depan suram, langkah terasa hampa. Di tengah pesta kembang api meriah. Aku termenung, bertanya pada diri. Apakah negeri ini akan terus terpuruk?…

Read More

Wanita Dulu, Wanita Masa Lalu

Malam sudah pergi, mentari yang enggan kusapa telah menyapa. Aku hanya diam menggenggam menahan ketukan, mencari namamu dalam ketikan jemariku. Aku merindukanmu, merindukan waktu yang telah kucoba kubunuh berkali-kali. Segumpal tanya dalam birahi dikala pagi, mengapa aku tak memanggilmu datang kemari? Entahlah sampai kapan aku menopang beban kenangan tentang dirimu. Aku menatapmu dalam angan, kau…

Read More

Oh-Ya!

Oh-ya, kau ada tak juga hilang dari kepala. Oh-ya, aku sendiri pun kau tetap selalu ada. Oh-ya, aku mencipta kau walau itu semua tiada. Oh-ya, air mata menetes aku berlagak tertawa saja. Oh-ya, kukira aku jatuh cinta. Oh-ya, kusangka kau sama rasa. Oh-ya, sulit kuterima ternyata ini sebuah dusta. Oh-ya, aku lupa, bahwa aku hanyalah…

Read More

Jika, Kita, Selesai Sudah

Jika, ialah satu kata perumpamaan. Jika, ialah embel-embel keberanian. Jika, ialah kita, yang tak pantas diguyur cinta. Kita harus membayar ini, ikatan yang sangat mengikat ketidakpastian ini. Kita harus menuntaskan ini, sebab kita yakin kita ialah hanya sepasang makhluk aneh yang pengecut dengan segunung ego. Selesai sudah, kita terpaksa menghilangkan segala rasa yang ada. Selesai…

Read More

Terkadang

Perih ini tak ingin terusik. Disapa malam oleh hingar bingar yang menyamar. Malam semakin pekat, ragaku penuh amarah yang tercekat. Birahi pun memudar ditelan keramaian yang aku abaikan. Terkadang diam itu sebuah kepastian. Terkadang keramaian membuatku semakin tenggelam. Setetes birahi yang menyumbul dihadapan para sahabat. Pena menari-nari tanpa arah yang pasti. Menciptakanmu di dalam kehampaan…

Read More

Kamu Saja

Aku mencintaimu tanpa banyak sebab. Aku mendambakanmu tanpa setitik kemunafikan. Aku mengagumimu tanpa jarum-jarum arah yang pasti. Aku menunggumu tanpa rasa kenyang dengan segala keraguan. Aku saja! Kau kata. Kamu saja! Aku kata. Ya! Sudah kuletakkan cinta ini pada tempat yang tepat. Ya! Birahiku ditindih malam setiap saat. Ya! Kuganggu kau dari sini, hati-hati aku…

Read More

Penguasa Angka

Dari angka Nol aku tercipta, dari angka Nol aku merangkak, dari angka Nol aku belajar berjalan, dari angka Nol aku tertatih-tatih menyaksikan misteri alam semesta, yang memberikan ilmu hangatnya matahari, sejuknya malam dikulum air liur hujan, ketika kemarahan angin yang berdansa bergairah menyapu cerita rasa asin air laut, kasarnya pasir pantai disaat telapak kaki berpijak…

Read More