Sejenak

Izinkan aku untuk diam sejenak. Izinkan aku menjauhimu sejenak. Izinkan aku berlari sejenak. Izinkan aku menghela nafas sejenak. Sejenak aku butuh berteriak. Sejenak jiwaku berkelana menghampirimu. Sejenak perlahan ragaku mulai ragu. Sejenak dadaku tak pernah muak, meski kau sering kali melempar rindu. Oh! Aku sesak!

Read More

Ratapan Sunyi di Negeri Seribu Pesta

Tidurlah, Nak, dalam dekapan malam yang semakin pekat. Jangan lagi kau hiraukan gemerlap pesta pora yang membakar langit di atas kepala kita. Mereka merayakan kemerdekaan, sebuah kata yang terasa asing dan hampa di gubuk kita yang pengap. Kemerdekaan, Nak, bagi kita hanyalah jeda sejenak dari lapar sebelum esok kembali berjuang untuk sesuap nasi. Pejamkan matamu…

Read More

Penguasa Angka

Dari angka Nol aku tercipta, dari angka Nol aku merangkak, dari angka Nol aku belajar berjalan, dari angka Nol aku tertatih-tatih menyaksikan misteri alam semesta, yang memberikan ilmu hangatnya matahari, sejuknya malam dikulum air liur hujan, ketika kemarahan angin yang berdansa bergairah menyapu cerita rasa asin air laut, kasarnya pasir pantai disaat telapak kaki berpijak…

Read More

La…La…La…La…La

Lalalalala… Suara dari arah sana. Lalalalala… Irama datang membawa tanya. Lalalalala… Bunyi apa di kepala? Lalalalala… Satu per satu orang-orang berlalu-lalang. Lalalalala… Mereka tak hanya berjumlah satu. Lalalalala… Satu per satu mereka mendatangiku. Lalalalala… Tersenyum aku berpura bahagia. Lalalalala… Air mata tak menetes di wajah. Lalalalala… Basah basuh hatiku ditahan amarah. Lalalalala… Apakah mereka tahu,…

Read More

Udara

BERHALA: Terluka, menganga, jangan ada darah, lepas liar air mata, mencoba merasa, seratus, seribu, kau ada dimana-mana, menghadapimu aku bukan siapa-siapa. Luruh aku bangkai berhala, nanar, ingin memejam menjaga menghadapimu, aku terluka kau ada dimana-mana, aku suka, kau memang udara. UDARA: Diam, dibalut kelam, luka, darah, air mata, semua sudah biasa ditelinga. Aku sakit dalam…

Read More