Beranda » Tiga Kata Tanya

Tiga Kata Tanya

Aku mencintaimu, seperti aku mencintai kedua sayapku.

Sesederhana itu kukira, serumit ini ternyata.

Memejamkan mata ialah khayalku setiap hari. Mengistirahatkan jiwa resah yang berperang dengan tubuh yang gelisah.

Mataku terus saja terbuka, jantungku berdebar terbakar api segunung prasangka.

Hebat! Kau acak-acak kewarasanku hingga aku lupa namaku: Si Mati Rasa.

Aku luka, aku gila, aku kenapa? Tiga kata yang kutanya-tanya entah kepada apa.

Tak ada yang bisa menjawab, hingga sebuah cermin yang kutatap, berubah menjadi sebongkah benda runcing yang menusuk tempurung kepalaku, merobek kulit pelapis otakku.

Sepi sedari pagi tadi, tiba-tiba aku merasakan suasana ramai, kedatangan banyak tamu berupa huruf-huruf yang kukenal, yang hadir dari isi kepalaku, lalu mereka berkumpul menyatu, membingungkan mataku, mengguncangkan jantungku. “Cinta.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *