Tiga Kata Tanya

Aku mencintaimu, seperti aku mencintai kedua sayapku. Sesederhana itu kukira, serumit ini ternyata. Memejamkan mata ialah khayalku setiap hari. Mengistirahatkan jiwa resah yang berperang dengan tubuh yang gelisah. Mataku terus saja terbuka, jantungku berdebar terbakar api segunung prasangka. Hebat! Kau acak-acak kewarasanku hingga aku lupa namaku: Si Mati Rasa. Aku luka, aku gila, aku kenapa?…

Read More

Mengutuk-mu

Aku mengutukmu dari tempat dimana aku menatapmu. Aku mengutukmu dari bunyi-bunyi yang kau mainkan diatas panggung kecil penuh pria hidung belang yang bernafsu denganmu. Aku mengutukmu selesai sudah irama malam dihabisi tarian para pendosa. Aku mengutukmu berjam-jam kutunggu sapamu, menyeringai aku, kau menenteng boneka entah itu siapa. Aku mengutukmu, aku diam tak ingin menyentuh segala…

Read More

Sejenak

Izinkan aku untuk diam sejenak. Izinkan aku menjauhimu sejenak. Izinkan aku berlari sejenak. Izinkan aku menghela nafas sejenak. Sejenak aku butuh berteriak. Sejenak jiwaku berkelana menghampirimu. Sejenak perlahan ragaku mulai ragu. Sejenak dadaku tak pernah muak, meski kau sering kali melempar rindu. Oh! Aku sesak!

Read More

Analisis Teknis: Perbaikan Diam-diam WhatsApp untuk Masalah Device Fingerprinting

WhatsApp telah secara diam-diam menerapkan perubahan teknis untuk mengurangi kerentanan device fingerprinting yang telah lama menjadi perhatian peneliti keamanan. Meskipun aplikasi pesan instan dengan lebih dari 3 miliar pengguna aktif bulanan ini terkenal dengan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption), desain protokol multi-perangkatnya ternyata membocorkan metadata yang berharga bagi penyerang siber. Perubahan teknis yang diterapkan WhatsApp mengubah cara aplikasi menghasilkan dan…

Read More

Antara Jiwa Atau Raga, Yang Bergeliat Mencengkeram Hasrat

Jingga: “Aku ingin mensudahi semuanya, entah dengan cara apa.” Lara: “Aku pun lelah tak berdaya setiap kali aku terjaga, mengingatmu lebih perih daripada mencari keberadaan Tuhan.” Jingga: “Pernah aku meremehkan keadaan, kini aku merindumu tanpa bisa lupa.” Lara: “Jika manusia sepertiku haruslah terus menerus seperti ini, aku ingin mencaci maki kekosongan, dengan embel-embel yang mereka…

Read More

Oh-Ya!

Oh-ya, kau ada tak juga hilang dari kepala. Oh-ya, aku sendiri pun kau tetap selalu ada. Oh-ya, aku mencipta kau walau itu semua tiada. Oh-ya, air mata menetes aku berlagak tertawa saja. Oh-ya, kukira aku jatuh cinta. Oh-ya, kusangka kau sama rasa. Oh-ya, sulit kuterima ternyata ini sebuah dusta. Oh-ya, aku lupa, bahwa aku hanyalah…

Read More

Ada Yang…

Ada yang memberi cinta kepada sesama. Ada yang menampung rasa kepada rencana. Ada yang berdansa demi menutup luka. Ada yang cantik karena mematung berlindung. Ada yang basah diguyur canda. Ada yang menyala menyapa kepada cahaya. Ada yang menggelengkan kepala tanpa kata-kata. Semua berwarna-warni, aku tetap berdiam diri. Semua menari-nari, aku tetap tidak peduli. Semua rindu…

Read More